Klepon adalah salah satu jajanan pasar tradisional Indonesia yang
memiliki akar sejarah panjang dan erat dengan budaya masyarakat Jawa.
Diperkirakan klepon mulai dikenal sejak masa kerajaan Jawa ketika masyarakat
sudah terbiasa mengolah tepung beras ketan, gula aren, dan kelapa sebagai
bahan pangan utama. Bentuknya yang sederhana—bola kecil berisi gula merah
cair dan dilapisi kelapa parut—menjadi simbol kreativitas masyarakat desa dalam
memanfaatkan bahan lokal yang mudah didapat. Klepon tidak hanya berfungsi
sebagai makanan ringan, tetapi juga hadir dalam berbagai upacara adat,
syukuran, dan perayaan keluarga sebagai lambang kebersamaan dan doa untuk
keberuntungan.
Pada masa lampau, klepon sering disajikan dalam wadah daun pisang
bersama jajanan lain seperti getuk dan cenil. Tradisi ini memperkuat nilai gotong
royong, karena jajanan tersebut biasanya dibuat bersama-sama oleh ibu-ibu desa
menjelang acara besar. Klepon juga memiliki makna sosial: di beberapa daerah,
klepon dibagikan kepada tetangga atau kerabat yang sedang sakit sebagai bentuk
solidaritas. Di Lombok, klepon dikenal dengan nama kelepon kecerit, merujuk
pada sensasi gula merah cair yang “pecah” di mulut ketika digigit.
Seiring perkembangan zaman, klepon menyebar ke berbagai daerah di
Nusantara dengan nama berbeda. Di Sumatra dan Sulawesi, klepon sering
disebut onde-onde, meski berbeda dengan onde-onde berisi kacang hijau. Di
Malaysia dan Singapura, klepon dikenal sebagai buah Melaka, sementara di
Kalimantan Selatan disebut kalalapun atau kelelepon, dan di Makassar dikenal
sebagai umbah-umbah. Penyebaran nama dan variasi ini menunjukkan betapa
klepon telah menjadi bagian dari identitas kuliner Asia Tenggara.
Pada abad ke-20, klepon mulai masuk ke restoran dan toko kue di Belanda
melalui diaspora Indonesia. Di sana, klepon dikenal sebagai salah satu kue
eksotis dari Hindia Belanda, dan hingga kini masih dijual di toko Asia maupun
Belanda sebagai pengingat hubungan kolonial. Popularitas klepon semakin
meningkat karena proses pembuatannya sederhana, rasanya manis legit, dan
harganya terjangkau, sehingga digemari oleh berbagai kalangan.